Loading
 
Minggu, 21 Desember 2014

Beranda   » Berita » Lestarikan Cerita Rakyat Lewat Lomba
Hampir Semua Perpustakaan Minim Koleksi
18 April 2009 04:59

Lestarikan Cerita Rakyat Lewat Lomba
Hampir Semua Perpustakaan Minim Koleksi


Lestarikan Cerita Rakyat Lewat Lomba <br />Hampir Semua Perpustakaan Minim Koleksi

Yogyakarta – Lomba bercerita tahunan untuk tingkat sekolah dasar di Kota Yogyakarta kembali digelar. Mengambil tema “Cerita Rakyat dan Kepahlawanan”, lomba ini bertujuan meningkatkan minat dan penghargaan anak terhadap cerita rakyat Nusantara.

Salah seorang anggota dewan juri, Afia Rosdiana, mengatakan, saat ini, cerita rakyat Nusantara semakin tersingkir dengan banyaknya cerita anak dari luar negeri. Sebagian besar anak-anak lebih berminat terhadap cerita anak dari luar negeri daripada cerita rakyat Nusantara.

 “Lomba ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan cerita rakyat Nusantara di kalangan anak-anak sehingga tidak benar-benar hilang,” kata Afia, seusai Babak Final Lomba Cerita untuk SD Tingkat Kota Yogyakarta, (Kamis, 16/4).

Dalam lombat tersebut, para peserta harus menceritakan sebuah cerita rakyat atau kisah kepahlawanan. Kisah ini diperoleh dari sebuah buku yang kemudian harus diringkas oleh para peserta.

Kegiatan membaca, meringkas, dan menceritakan ulang ini, lanjut Afia, membuat anak mampu menggali dan memahami sendiri nilai moral dari cerita yang dibawakannya. Hal ini karena anak harus memahami pesan dan makna cerita tersebut untuk dapat membawakan sebuah cerita.

Lomba bercerita adalah lomba tahunan yang setiap tahun rutin digelar di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta. Tahun ini, lomba dimenangkan oleh Parama Andhis Wanodyo (10) dari SD Marsudirini 2 Kota Yogyakarta dan Raihan Noor Fawwaz (10) SD Muhammadiyah Sagan.

Parama yang membawakan kisah Nyi Ageng Serang dan Raihan yang membawakan Roro Jongrang berhasil unggul dari 22 peserta lainnya karena dinilai sangat menjiwai cerita yang dibawakan. Salain memperoleh trofi dan uang pembinaan, keduanya berhak maju ke tingkat provinsi.

Buku-buku

Kepala Kantor  Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta Sri Sulastri menuturkan, untuk meningkatkan minat anak-anak terhadap cerita rakyat Nusantara, sekolah juga perlu menyediakan buku-buku cerita rakyat Nusantara di perpustakaan. Hal ini untuk memperluas akses anak-anak terhadap cerita rakyat.

Menurut Sulastri, saat ini, jumlah buku cerita rakyat Nusantara yang terdapat di perpustakan sangat minim. Sebagian besar perpustakaan sekolah hanya berisi buku-buku pelajaran. Di perpustakaan umum, koleksi lebih banyak berisi cerita anak dari luar negeri.

Kondisi ini juga dialami di Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta. Meskipun sudah banyak memiliki buku cerita rakyat dan sejarah, jumlahnya belum ideal. Saat ini, Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta baru memiliki 15.000 buku. Padahal idealnya, sebuah perpustakaan tingkat kota harus mempunyai koleksi minimal 50.000 buku. (IRE)

Sumber Berita: http://epaper.kompas.com/ (17 April 2009)
Sumber Foto: Buku: 366 Cerita Rakyat Nusantara, oleh Tim Penulis AdiCita Grup. Yogyakarta: Balai Kajian & Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit AdiCita Karya Nusa, 2007

 

Dibaca 2.109 kali



Bookmark and Share